Wednesday, January 4, 2012

Kegiatan Ekonomi dan Pelakunya

Kegiatan Ekonomi dan Pelakunya
A. KEGIATAN EKONOMI
1. Kegiatan Produksi
a) Pengertian Produksi
Produksi adalah kegiatan Upaya menilai pada sutau barang / jasa. Orang atau badan yang melaksanakan kegiatan produksi disebut Produsen.
Kegiatan produksi menggunakan sumber daya berupa faktor-faktor produksi tenaga kerja (men) modal uang (Money). Bahan baku dan penolong (Materials) mesin-mesin dan peralatan (machines and equipment)
1) Proses produksi kapas menjadi benang.
Dalam pembuatan barang dengan menggunakan alat pintai sederhana maupun mesin, selain digunakan bahan baku utama berupa kapas, digunakan pula bahan pembantu lain seperti lilin, obat pemutih, obat pewarna dan sebagainya.
2) Proses produksi benang menjadi kain.
Dalam pembuatan kain dengan alat bukan mesin (ATBN) maupun mesin tenun, selain menggunakan bahan utama berupa benang, digunakan juga bahan pembantu seperti minyak, kanji, obat pewarna, dan sebagainya.
3) Proses produksi kain menjadi pakaian.
Dalam pembuatan pakaian dengan peralatan dengan menggunakan peralatan sederhana maupun mesin. Selain menggunakan bahan baku utama berupa kain digunakan pula bahan lain seperti kain, benang, resleting, kain keras, kain pelapis, dan sebagainya.
4) Proses produksi kain menjadi meja dan kursi.
Dalam pembuatan meja dan kursi dengan menggunakan peralatan sederhana maupun mesin. Selain menggunakan bahan baku utama berupa kayu, digunakan pula bahan pembantu lain seperti paku, / plitur / sirlak / cat, dempul, dan sebagainya.
b) Tujuan Produksi
Tujuan utama produksi adalah menghasilkan suatu produk (barang/ jasa) yang mempunyai nilai guna tetentu untuk digunakan sendiri maupun untuk pihak lain yang memerlukan baik bagi pelaksana kegiatan produksi pelaku produksi maupun masyarakat antara lain :
1. Bagi pemilik usaha, produksi ditujukan sebagai kegiatan usaha memperoleh penghasilan dengan cara meraih keuntungan dari penjualan produksinya.
2. Bagi pegawai di perusahaan produksi, kegiatan produksi merupakan tempat bekerja untuk memperoleh penghasilan. Produksi sebagai proses bertujuan untuk membuat, mengubah bentuk atau merekayasa menambah nilai guna, dan menyediakan sejumlah barang atau jasa bagi semua pihak yang memerlukan.
c) Fungsi produksi
Dari pengertian di atas, sangat jelas bahwa kegiatan produksi berkegiatan dengan bagaimana mendayagunakan dan menyelaraskan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan sesuatu.
Materi utama dari produksi berkisar pada fungsi produksi sesuai dengan arti dan tujuan dari produksi itu sendiri, maka produksi berfungsi sebagai kelembagaan. Dengan cara mengolah membentuk, merekayasa sehingga menghasilkan barang / jasa lainnya yang lebih bernilai guna. Singkatnya, produksi sebagai penambah nilai (Value Udded ).
Total produksi adalah hasil dari menghasilkan tenaga kerja, sumber daya, dan teknologi.
Produksi dengan memberdayakan faktor-faktor produksi di sebut produksi rekayasa faktor-faktor produksi yaitu barang-barang yang disediakan oleh alam. Contohnya, ikan dari laut / sungai dari lautan (rotan damar).

2. Kegiatan Distribusi
a) Pengertian Distribusi
Kata distribusi berasal dari kata kerja bahasa inggris to Distribute. Sebagai penyaluran barang-barang dagang atau jasa dari suatu tempat (Produsen) ketempat lainnya dimana terdapat para konsumen.
Saluran distribusi (Chanel of Distribution) adalah jalur atau saluran yang digunakan para produsen / pedagang untuk mendekatkan dan menyampaikan barang/ jasa pada konsumen ayau pemakai barang industri. Saluran distribusi dalam arti tempat menjual disebut juga Outlet.
Dalam praktek bisnis kita dapat melihat ada dua cara menyalurkan barang dan atau jasa, yaitu sebagai berikut :
1) Saluran distribusi pendek yaitu penyaluran langsung / penyaluran
melalaui suatu perantara, missal, penyaluran langsung dari produsen ke konsumen pemakai barang-barang industri.
2) Saluran distribusi panjang, yaitu penyaluran yang menggunakan beberapa perantara missal, agen, grosir dan pengecer.
b) Tujuan Distribusi
Distribusi bertujuan untuk mendekatkan berbagai barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat, sehingga mereka, baik mereka yang termasuk konsumen industri maupun yang termasuk sebagai konsumen akhir.
c) Fungsi Distribusi
Arti dan tujuan distribusi yaitu penyaluran barang dan jasa untuk mendekatkannya pada masyarakat. Arti dan tujuannya peran atau fungsi pihak distribusi yaitu :
• Melancarkan arus barang dan atau jasa serta.
• Mendekatkan barang / jasa yang diperlukan oleh masyarakat (para konsumen)
Distribusi fisik adalah kegiatan yang meliputi pengangkutan barang penyimpanan barang pertanggungan resiko dan alternative penyaluran.

1. Pengakuan
Pengakuan ialah suatu upaya pemindahan barang dari tempat ke tempat yang lain menggunakan angkutan tertentu.
2. Penyimpanan Barang
Masalah penyimpanan barang yang penting untuk di perhatikan sejak barang tersebut keluar dari tempat produksi. Fasilitas tempat penyimpanan sendiri dapat menggunakan gudang.
3. Pertanggungan Resiko.
Perusahaan tentunya menginginkan barang-barang dagangannya dapat mendistribusikan secara aman sampai tempat tujuan.
4. Alternatif Penyaluran
Ada 3 macam-macam kebijakan distribusi yang dapat diplih yaitu sebagai berikut:
- Distribusi Intensif
- Distribusi Selektif
- Distribusi Ekslusif
d) Saluran Distribusi
Saluran Distribusi barang secara fisik meliputi 3 macam yaitu :
1. Saluran Distribusi Barang Konsumsi
Terdapat 5 macam saluran yaitu :
a. Produsen - konsumen = Penjualan barang tanpa perantara.
b. Produsen - pengecer – konsumen = Langsung dari produsen ke konsumen
c. Produsen – pedagang – pengecer - konsumen = produsen menjual pada pedagang besar, pengecer membeli dari produsen dan menjual secara ecer pada konsumen.
d. Produsen – agen - pedagang besar – pengecer - konsumen = Pedagang besar yang menjual kepada pengecer dan pengecer menjual pada konsumen.



2. Saluran Ditribusi Barang Industri
Terdapat 4 macam saluran distribusi yaitu sebagai berikut :
a. Produsen – Pemakai Industri
b. Produsen – Distribusi Industri – Pemakai Industri
c. Produsen – Agen – Pemakai Industri
d. Produsen – Agen - Distributor Industri – Pemakai Industri
3. Saluran Produksi Produk Pertanian
Dalam pengadaan produk pertanian dikenal suatu tindakan pemasaran yang artinya mendorong upaya-upaya pemasaran untuk mempengaruhi dan mengawasi arus barang ke pasar.
Bidang agrobisnis adalah kegiatan meliputi seluruh upaya yang menyangkut produksi dan distribusi, yaitu usaha-usaha yang meliputi pengolahan tanah pertanian.

3. Kegiatan Konsumsi
a. Pengertian konsumsi
Secara ringkas, istilah mengkonsumsi barang dan jasa dapat diartikan sebagai kegiatan untuk menggunakan, memanfaatkan guna yang terkandung dalam barang / jasa.
b. Tujuan konsumsi
Tujuan konsumsi yang paling mendasar adalah kegiatan untuk memenuhi kebutuhan hidup atau memuaskan dengan mengkonsumsi barang-barang / jasa-jasa tertentu. Dalam hal ini konsumsi berarti sebagai media atau kegiatan dalam rangka memuaskan kebutuhan (sekunder maupun primer)









B. PELAKU EKONOMI DAN INTERAKSINYA
1. Para Pelaku Ekonomi
Pada umumnya kegiatan utama para pelaku ekonomi yaitu memproduksi, mendistribusi, dan mengkonsumsi .
Ada 4 kelompok pelaku ekonomi, yaitu rumah tangga atau disebut juga Rumah tangga konsumsi (RTK) atau (RTP) pemerintah (Negara) atau disebut rumah tangga Negara (RTN).
Pelaku ekonomi tersebut memiliki kegiatan-kegiatan yang umumnya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan atau memberikan kepuasan kepada anggota-anggota subjek ekonomi tersebut.
a. Rumah Tangga Perusahaan
Rumah Tangga Konsumsi (RTK) para individu (orang-orang) secara sendiri-sendiri dalam kelompok keluarga yang memerlukan barang-barang jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
b. Rumah Tangga Perusahaan
Perusahaan atau produsen disebut rumah tangga perusahaan (RTP) adalah organisasi komersial yang mempunyai kegiatan utama dalam memproduksi barang-barang / jasa dan mendistribusikanya pada konsumen.
c. Rumah Tangga Negara
Pemerintah atau Rumah Tangga Negara (RTN) terdiri atas para individu perusahaan pemerintah
d. Masyarakat Luar Negeri
Subjek luar negeri / Masyarakat Luar Negeri (MLN) terdiri atas para individu, perusahaan, pemerintah dan Negara-negara lalu yang mempunyai hubungan perdagangan dengan Negara kita.
a. Peran dan interaksi konsumsi
Berkaitan dengan kegiatan ekonomi secara kelompok rumah tangga konsumsi mempunyai peran yang besar dalam menunjang keberhasilan produksi dan distribusi yang dijalankan.
b. Produsen /perusahaan pada umunya dapat memberikan manfaat pada berbagai pihak antara lain :
1. Menyediakan barang /jasa untuk konsumsi
2. Memberikan kesempatan kerja pada masyarakat
3. Memberikan kesempatan untuk berinvertasi
4. Menjadi sumber pemasukan uang bagi negara dari pihak dan retribusi yang dibayarkan pada negara.
c. Peran dan interaksi pemerintah /negara
Untuk menjalankan tugas kepemerintahanya, pemerintah memerlukan dana. Bagian terbesar penerima adalah dari sector pajak. Semua penerimaan tersebut digunakan untuk membiayai pelaksanaan tugasnya.
Pemerintah harus berperan sebagai fasilitas untuk mewujudkan kemajuan perekonomian dan kemakmuran. Sebagaimana didambakan masyarakat banyak pemerintah (Negara) harus melaksanakan berbagai kewajiban bagi masyarakat.
Pemerintah dan pengeluaran negara diproyeksikan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara, yang fungsinya tidak hanya menerima dan mengeluarkan saja tetapi dapat digunakan untuk menjalankan redistribusi pendapatan mendorong pertumbuhan pendapatan nasional sehingga laju perekonomian masyarakat menjadi lebih baik dan stabil.
d. Peran dan interaksi masyarakat luar negeri
Tiap-tiap Negara mempunyai kelebihan dan kekurangan dalam produksi barang atau jasa. Kelebihan masing-masing Negara dialirkan (diekspor) ke Negara lainya yang mempunyai kekurangan melalui perdagangan antar Negara tau disebut sebagai perdagangan internasional.








MOTIF DAN PRINSIP-PRINSIP EKONOMI

A. MOTIF EKONOMI
Kemajuan dan kemunduran sangat tergantung pada kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh para pelaku ekonomi itu sendiri.
1. Pengertian Motof Ekonomi
Motif ekonomi dapat diartikan sebagai dorong yang ada dalam diri manusia untuk melakukan kegiatan ekonomi
Motivasi dalam diri setiap individu untuk mensejahterakan hidupnya tidak hanya akan berdampak kepada dirinya saja, tetapi juga akan berdampak kepada pihak lain, sehingga akan menimbulkan berbagai kegiatan penyediaan berbagai fasilitas dalam mencapai tujuan kesejahteraan secara umum. Faktor-faktor berupa keinginan yang mempengaruhi kegiatan ekonomi.
Beberapa motif ekonomi antara lain :
a. Motif berjaga-jaga, yaitu motif ekonomi yang berkaitan dengan persiapan untuk mengantisipasi atau menghadapi situasi pada masa depan. Contoh : menabung
b. Motif keuntungan, yaitu motif ekonomi yag berkaitan dengan keinginan untuk memperoleh keuntungan. Contoh : Berproduksi dan berdagang
c. Motif spekulasi, yaitu motif ekonomi yang didasarkan pada keberanian untuk mengambil resiko apapun yang terjadi. Contoh : Membeli lotere, mengikuti transaksi komoditi berjangka.
2. Motif Ekonomi Individu atu Pribadi
Motif individu /pribadi yang diekumukakakn diatasai, didasarkan pada konsep homo economicus (homo= orang, economicus = yang hidup menurut asas kepentingan diri sendiri). Manusia dalam upaya kearah kemakmuran, sering kali melepaskan diri dari moral dan tindaknya hanya terfokus sebagai makhluk ekonomi (homo economicus).



3. Motif Ekonomi Dalam Bisnis
Motif penawaran produk dari orang-orang bisnis kepada konsumen dipasar ditujukkan untuk mencapai perbedaan lebih antara harga jual dan biaya produksi.

B. PRNSIP-PRINSIP EKONOMI
1. Pengertian Prinsip Ekonomi
Prinsip ekonomi ialah “berusaha dengan biaya /pengorbanan yang sekecil-kecilnya untuk mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya”. Prinsip ekonomi dapat didefinisikan, sebagai tindakan manusia dengan mengeluarkan pengorbanan tertentu (yang minimal) untuk memperoleh hasil yang maksimal. (optimum).
2. Prinsip Dasar Ekonomi
Adalah acuan dasar perilaku bagi para pelaku ekonomi dalam berbagai kegiatan ekonomi yang mengarahkanannya untuk bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh para perilaku ekonomi tersebut.
Tujuannya :
Profesor ilmu ekonomi dari Haryard University, Gregory Mankiw (2000) hasil penelitian dan pemikiran yaitu :
Pertama : Empat prinsip yang melandasi keputusan individu (pertukaran, biaya /pengorbanan).
Kedua : Tiga prinsip interaksi (perdagangan yang dapat menguntungkan, pasar, peran pemerintah).
Ketiga : Tiga prinsip cara bekerja perekonomian maksud empat prinsip yang melandasi keputusan individu.

1. Pertukaran
Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, setiap individu dihadapkan pada keharusan untuk melakukan tradeoff.
a. Tradeon, yaitu melakukan konsumsi atau produksi tanpa menghilangkan kesempatan konsumsi atau produksi barang lainnya.
b. Tradein, yaitu melakukan konsumsi atau produksi dengan cara melepaskan barang lainnya (barter /berdagang)
c. Trade off, yaitu melakukan konsumsi atau produksi yang didasarkan pada pengurangan konsumsi atau produksi satu barang untuk menambah konsumsi atau produksi barang lainnya (dengan daya beli /biaya yang sama)
2. Biaya atau Pengorbanan
Biaya adalah sesuatu yang dikorbankan untuk mendapatkan sesuatu yang lain. Contoh : seorang pengusaha memutuskan mengambil liburan panjang diluar negeri dengan keluarganya.
a. Biaya peluang usaha
Dibidang usaha, setiap biaya yang dikeluarkan kemungkinan berhubungan dengan kesempatan untuk memperoleh pekerjaan.
b. Biaya luang dan pemakaian alternatif
Biaya peluang menunjuk pada faktor-faktor produksi, yaitu : bilamana kita lebih banyak menggunakan sumber daya yang terbatas untuk memperoleh barang dan jasa.
3. Bersikap Rasional
Tindakan berdasarkan prinsip ekonomi ini disebut sebagai tindakan ekonomi. Artinya ialah melakukan kegiatan ekonomi, dengan menekankan pada sikap yang rasional
a. Keharusan melakukan pilihan
Bila dikaitkan dengan memperoleh barang /jasa yaitu melalui pertukaran, setiap orang harus melakukan pilihan, apakah melakukan “trade in” trade off”.
Dalam hal konsumsi, yang dimaksud dengan :
1. Tradeon adalah melakukan konsumsi tanpa menghilangkan kesempatan untuk mengkonsumsi produk lainnya.
2. Tradein adalah melakukan konsumsi dengan cara melepaskan produk lainnya.
3. Trade off adalah melakukan konsumsi suatu produk yang didasarkan pada pengurangan pengkonsumsian produk lainnya.
b. Memilih barang secara rasional
Kita semua tahu, ada banyak kebutuhan yang harus dipenuhi manusia untuk hidupnya mulai kebutuhan yang bersifat penunjang dan pelengkap. Pemilihan barang-barang secara tidak rasional itu, biasanya didorong oleh nafsu ingin memiliki segalanya sebenarnya setiap orang mampu memenuhi kebutuhannya secara rasional.
3. Sumber Daya Model
Adalah sumber daya yang uang dan barang-barang (alat-alat perlengakapan dan barang modal) yang dapat digunakan sebagai penunjang pelaksanaan proses produksi. Dalam penyediaan modal, pemerintah bersama dengan Bank Sentral (di Indonesia : Bank Indonesia) menyusun peraturan kredit yang alokasi dan arah penggunaannya ditujukkan sector-sektor yang produktif.
4. Pelaku Ekonomi Terhadap insentif
Pada kenyataannya, para pelaku ekonom dalam mendapatkan sesuatu yang diperlukannya selalu membandingkan antara besarnya biaya yang dikeluarkan, dengan manfaat yang didapatkan dari produk yang diperlukannya tersebut. Kenaikan harga suatu barang akan menyebabkan konsumen bereaksi untuk mengurangi barang konsumen tersebut.
5. Tiga prinsip untuk berinteraksi
1. Perdagangan dapat (harus) menguntungkan semua pihak.
Pihak-pihak yang melakukan perdagangan dengan pihak-pihak lainnya pasti mengharapkan suatu keuntungan suatu perdagangan biasanya disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut :
a. Membeli suatu produk (komoditi) yang lebih murah dan menjual produk lain yang harganya lebih mahal untuk komoditi yang berbeda.
b. Mendapatkan suatu produk yang kualitasnya ebih baik dibandingkan produk (bahan baku) sehingga menghasilkan produk industri yang lebih mahal. Contoh : kapas
c. Mendapatkan produk tertentu yang dibutuhkan masyarakat tetapi dinegara sendiri tidak terdapat sehingga harus dari negara lain.


2. Pasar barang dan jasa
Pasar dapat diartikan sebagai atau wahana untuk mengorganisasikan kegiatan ekonomi (penawaran dan pembelian)
3. Peranan Pemerintah
Sebagai contoh, ketika panen cabai atau bawang merah gagal dan hanya menghasilkan sedikit hasil,m maka pasar kekurangan stok barang sehingga harga barang naik.

C. TIGA PRINSIP CARA BEKERJA PEREKONOMIAN MAKRO (AGREGATIF)
1. Standar hidup
Standar hidup dalam suatu tergantung pada kemampuan masyarakatnya dalam memproduksi barang dan jasa. Pengalaman Indonesia menunjukkan bahawa sebagai negara yang kaya denga sumber daya alamnya.
2. Harga dan jumlah peredaran uang
Uang kertal seperi yang kertas dan logam, uang giral cek dan bilyet giro dan bentuk pembayaran lainnya seperti kartu debit (debit card), kartu kredit (credit card), dan kartu charge (charge card) merupakan alat-alat transaksi yang mempengaruhi perekonomian scara langsung.
3. Masyarakat menghadapi trade off jangka pendek antar infiasi dan pengangguran kenyataan menunjukkan adanya pengaruh yang relative besar dari inflasi terhadap pengangguran dan sebaliknya.
4. Politik ekonomi
Biarpun para pelaku ekonomi telah melakukan kegiatan berdasarkan prinsip ekonomi yang dilaukannya secara hati-hati. Bukan berarti apa yang dilakukan akan selalu membuahkan hasil secara mulus.





A. MANFAAT DAN NILAI SUATU SARANG
1. Manfaat dan Nilai Guna Suatu Barang
Barang dan jasa diperlukan manusia didalamnya mengandung nilai-nilai tertentu yang dapat dimanfaatkan bagi kebutuhan hidup manusia. Nilai yang terkandung d dalam barang /jasa itu disebut sebagai nilai guna.
2. Kegiatan Benda
Katakanlah bahwa suatu benda atau barang mempunyai nilai kegunaan tertentu karena dapat digunakan sebagai alat pemuas kebutuhan nilai kegunaannya cepat direkayasa oleh manusia sehingga dapat berkurang atau bertambah. Benda /barang akan berkurang kegunaannya bila tidak diperlukan atau dirusak oleh manusia dan dapat bertambah bila diubah peruntukarannya
a. Kegunaan berdasarkan bentuk (uttity ob brm)
Suatu benda akan bertambah kegunaannya apabila bentuk beda tersebut diubah dari bentuk asalnya.
b. Kegunaan berdasarkan tempat (utlity )
Suatu benda mempunayi kemungkinan akan bertambah kegunaannya apabila dipindahkan dari suatu tempat ke tempat lainnya.
c. Kegunaan berdasarkan waktu (utility of time)
Suatu benda akan bertambah kegunaanya bila dikaitkan dengan waktu benda tersebut.
d. Kegunaan berdasarkan kepemilikan (utility of possession ownesship)
Suatu benda akan meningkat kegunaannya bila terjadi perpindahan kepermukaan atau dimiliki oleh seseorang yang tepat. Misalnya suatu tanah kosong yang subur tetapi terbengkalai. Sama sekali tidak dapat memberikan manfaat apa-apa.
Contoh lainnya, seorang penarik becak yang mendapatkan hadiah berupa computer

3. Nilai Objektif dan Subjektif
Tuntunan terhadap penyediaan berbagai barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan manusia, dari hari ke hari semakin banyak.
a. Nilai objektif
Nilai yang didasarkan pada sudut pandang /kepentingan orang yang membutuhkannya (berdasarkan subjeknya) disebut nilai subjektif
b. Nilai subjektif
Nilai yang didasarkan pada sudut pandang /kepentingan orang yang membutuhkannya (berdasarkan subjeknya) disebut nilai subjectif.
1) Barang atau tersebut dapat memuaskan kebutuhan manusia
2) Menurut sudut pandang seseorang, barang /jasa tersebut dapat digunakabn untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.
c. Nilai pemakalan dan nilai penukaran
Nilai barang / jasa yang digunakan / dimanfaatkan orang-orang untuk memuaskan kebutuhan hidupnya disebut sebagai nilai pemakalah (value in use). Di samping itu, barang / jasa mengandung nilai pemukaian (valuc in exchange), yaitu penghargaan terhadap barang / jasa karena ditukarkan dengan barang / jasa yang lain.
1. Nilai Pemakaian Objektif Subjektif
Nilai pemakaian suatu barang / jasa yang didasarkan pada barangnya sendiri disebut sebagai nilai pemakaian objektif disebut sebagai nilai pemakaian.
2. Nilai Penukaran Objektif dan Subjektif
Suatu barang / jasa dianggap mempunyai nilai penukaran objektif (karena barang / jasa tersebut
• Manusia memerlukan barang / jasa tersebut
• Barang / jasa yang ada diperkirakan dapat dipergunakan untuk penghargaan (nilai)
• Persediaan barang / jasa tersebut jumlahnya terbatas
d. Mengurangi dan menghabiskan nilai guna barang
Di atas disebutkan bahwa barang / jasa mempunyai nilai guna tertetu.

4. Nilai Guna Total Nilai Guna Marjinal
a. Nilai Guna Total
Nilai Guna Total atau Untilitas Total (Total Utiliy) adalah tingkat kepuasan yang dinikmati konsumen saat atau setelah mengkonsumsi sejumlah barang / jasa tertentu
b. Nilai Guna Marjinal.
Nilai Guna Marjinal / disebut Utilitas (Margimal Utiliy / MU) adalah bertambahan kepuasan yang dinikmati dari setiap barang / jasa yang dikonsumsi, misalnya : bila kita menggunakan ukuran kepuasa dengan memberikan nilai (score) untuk setiap kue yang dimakan.
5. Nilai Guna dan Kepuasan
Nilai guna suatu barang bukan hanya tergantung pada objeknya itu sendiri.
a. Nilai Penghargaan
Kalau uraian mengenai nilai itu tingkat kepuasan yang dinikmati kriteria sebagai berikut
b. Teori Kerdinal dan Masalah Kapuasan
Kebutuhan manusia terhadap barang / jasa pemuas kebutuhan mempunyai sifat yang tidak terbatas baik sisi, jumlah maupun jenisnya, memberikan penilaian subjektif terhadap pemuasan kebutuhan dari suatu barang / jasa teori guna cardinal disebut teori nilai guna dengan mengkuantifikasikan
2. Dampak penurunan nilai guna total terhadap nilai marjinal
Hukum Gossen memperlihatkan turunnya nilai kepuasan (nilai guna total) setelah melampaui tingkat kepuasan maksimal.
3. Keseimbangan nilai guna (Hukum Gossenll)
Jenis kebutuhan dari semua kebutuhan tersebut satu sama lainnya mempunyai hubungan karena mengkonsumsi dan cara pemuasannya oleh yang terkepentingan.
• Angka I adalah golongan makanan / minuman
• Angka II sampai dengan III adalah kebutuhan rumah tangga lainnya
• Angka IV adalah pakaian
• Angka V adalah kesehatan
• Angka VI adalah pendidikan





B. PERILAKU KONSUMEN
Konsumen adalah pihak yang membutuhkan brang-barang dan jasa sebagai alat pemenuh kebutuhan hidupnya. Akumulasi dengan demikian, baik secara langsung maupun tidak langsung.
1. Pengertian perilaku konsumen
Pada dasarnya perilaku sangat terkait dengan upaya orang-orang untuk mengkonsumsi barang dan atau jasa yang dibutuhkan dan dipilihnya, sesuai prioritas kebutuhan yang ditentukan oleh masing0masing atau sesuai dengan kebiasaan konsumen yang bersangkutan
a. Penggolongan konsumen
Berdasarkan kenyataan yang ada di pasar, kita membagi konsumen menjadi tiga golongan.
b. Pola konsumsi
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pola konsumsi (the pottein of consu diption) seorang.
1. Penghasilan yang diperoleh
Jika penghasilan yang diperoleh kecil, maka konsumsinya kecil atau mungkin di bawah rata-rata
2. Pendidikan
Pendidikan seseorang akan mempengaruhi pola konsumsinya orang yang hanya berpendidikan
3. Tempat tinggal dan iklim
Tempat tinggal dan iklim sangat berpengaruh pada konsumsi seseorang, misalnya, orang-orang
4. Agama /kepercayaan
Agama dan kepercayaan yang dianut oleh seseorang juga mempengaruhi pola konsumsinya sebagai contoh, dalam pembelian makanan, mereka akabn memilih yang dihalalkan
5. Umur
Pada umumnya dari seseorang aka sangat mempengaruhi pola konsumsinya.
6. Kebangsaan
Kebangsaan juga sangat mempengaruhi konsumsi

7. Pekerjaan
Jenis pekerjaan sering kali dapat mempengaruhi konsumsi seseorang

C. WATAK KONSUMEN
Koher (1954) menyebutkan bahwa dembeuar oleh para konsumen terpengaruh oleh sifat-sifat budaya, social, pribadi, dan psikologi.
1. Faktor budaya
Budaya dapat terdiri atas subkultur dan kelog social.
2. Faktor sosial
Kelompok acuan (refernce qrou) adalah kelompok atau mungkin seseorang) yang secara langsung atau tidak langsung
3. Faktor pribadi
Keputusan seorang konsumen /membeli sangat erat kaitannya dengan.
4. Faktor-faktor psikologis
Motivasi adalah suatu dorongan tertentu dari dalam diri seseorang, sebuah motif atau drives adalah kebutuhan yang cukup mendesak yang mengarahkan seseorang mencari pemuasan kebutuhan tertentu.

1 comments:

  • Anonymous says:
    January 23, 2012 at 11:34 PM

    tks buat infonya

    arip

Post a Comment